Press ESC to close

Mengenal Subnetting dan Apa Kegunaannya?

Apa Itu Subnetting?

Subnetting adalah teknik untuk membagi jaringan IP menjadi beberapa subnet yang lebih kecil. Setiap subnet memiliki identitas unik yang digunakan dalam pengelolaan jaringan.

Subnetting sangat penting dalam jaringan karena memungkinkan penggunaan IP Address yang lebih efisien dan meningkatkan kinerja serta keamanan jaringan.


Mengapa Harus Melakukan Subnetting?

Beberapa alasan utama melakukan subnetting antara lain:

  1. Efisiensi Alokasi IP Address
    • Membantu mengoptimalkan penggunaan IP Address sehingga tidak ada pemborosan.
  2. Kompatibilitas dengan Berbagai Media Fisik
    • Router IP hanya dapat menghubungkan jaringan dengan media fisik yang berbeda jika masing-masing memiliki address network yang unik.
  3. Meningkatkan Keamanan dan Mengurangi Kemacetan Jaringan
    • Dengan membagi jaringan besar menjadi subnet kecil, lalu lintas data menjadi lebih terorganisir dan lebih aman.

Konsep Dasar Subnetting

Alamat IP biasanya ditulis dalam format seperti:
192.168.1.2 atau 192.168.1.2/24

🔹 Apa arti /24?
Angka /24 menunjukkan bahwa 24 bit pertama dari alamat IP adalah bagian dari network address, sedangkan sisanya digunakan untuk host address.

🔹 Subnet Mask dalam Bentuk Biner
Subnet mask 255.255.255.0 ditulis dalam biner sebagai:
11111111.11111111.11111111.00000000

🔹 CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
CIDR adalah sistem pengalamatan yang diperkenalkan oleh IETF pada tahun 1992 untuk menggantikan sistem kelas jaringan (Class A, B, C) agar lebih fleksibel.


Perhitungan Subnetting

Dalam subnetting, terdapat empat faktor utama yang perlu diperhitungkan:

  1. Jumlah Subnet
    • Rumus: 2^x (di mana x adalah jumlah bit yang dipinjam untuk subnet).
  2. Jumlah Host per Subnet
    • Rumus: 2^y – 2 (di mana y adalah jumlah bit untuk host, dikurangi 2 untuk network dan broadcast address).
  3. Blok Subnet
    • Rumus: 256 – nilai subnet mask pada oktet terakhir
  4. Alamat Host & Broadcast
    • Setiap subnet memiliki rentang host yang dapat digunakan, serta alamat khusus untuk network dan broadcast.

Contoh Perhitungan Subnetting

1. Subnetting pada IP Class A (10.0.0.0/16)

🔹 Analisa:

  • Kelas A dengan subnet mask /16255.255.0.0
  • Biner: 11111111.11111111.00000000.00000000

🔹 Perhitungan:

  • Jumlah Subnet: 2⁸ = 256 subnet
  • Jumlah Host per Subnet: 2¹⁶ – 2 = 65.534 host
  • Blok Subnet: 256 – 255 = 1 (subnet: 0, 1, 2, 3, …)

2. Subnetting pada IP Class B (172.16.0.0/18 dan 172.16.0.0/25)

a. 172.16.0.0/18

🔹 Analisa:

  • Kelas B dengan subnet mask /18255.255.192.0
  • Biner: 11111111.11111111.11000000.00000000

🔹 Perhitungan:

  • Jumlah Subnet: 2² = 4 subnet
  • Jumlah Host per Subnet: 2¹⁴ – 2 = 16.382 host
  • Blok Subnet: 256 – 192 = 64 (subnet: 0, 64, 128, 192)

b. 172.16.0.0/25

🔹 Analisa:

  • Kelas B dengan subnet mask /25255.255.255.128
  • Biner: 11111111.11111111.11111111.10000000

🔹 Perhitungan:

  • Jumlah Subnet: 2⁹ = 512 subnet
  • Jumlah Host per Subnet: 2⁷ – 2 = 126 host
  • Blok Subnet: 256 – 128 = 128 (subnet: 0, 128)

3. Subnetting pada IP Class C (192.168.1.0/26)

🔹 Analisa:

  • Kelas C dengan subnet mask /26255.255.255.192
  • Biner: 11111111.11111111.11111111.11000000

🔹 Perhitungan:

  • Jumlah Subnet: 2² = 4 subnet
  • Jumlah Host per Subnet: 2⁶ – 2 = 62 host
  • Blok Subnet: 256 – 192 = 64 (subnet: 0, 64, 128, 192)

Kesimpulan

Subnetting adalah teknik yang sangat berguna dalam manajemen jaringan, efisiensi IP Address, serta keamanan dan kinerja jaringan. Dengan memahami konsep CIDR dan perhitungan subnet, kita dapat mengoptimalkan desain jaringan dengan lebih baik.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x