
Harga iPhone dan perangkat elektronik lainnya dari Apple diprediksi akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Hal ini terjadi setelah Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan kebijakan tarif impor baru terhadap produk-produk asal Tiongkok, termasuk komponen elektronik yang banyak digunakan oleh Apple.
Kebijakan tarif baru ini diumumkan oleh Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) sebagai bagian dari strategi lanjutan untuk menekan defisit perdagangan dan mendorong produsen untuk memindahkan rantai pasokan ke luar Tiongkok. Meski belum disebutkan secara rinci berapa besar tarif yang akan dikenakan, analis memperkirakan kenaikan bisa mencapai 10–15% untuk beberapa kategori produk.
Apple Kena Imbas Langsung
Apple, meskipun perusahaan asal Amerika, masih sangat bergantung pada pabrik-pabrik di Tiongkok untuk merakit sebagian besar perangkatnya, termasuk lini iPhone terbaru. Dengan adanya tarif baru ini, biaya produksi akan meningkat dan hampir pasti akan dibebankan pada konsumen akhir.
“Jika tarif ini diterapkan penuh, konsumen akan melihat kenaikan harga iPhone, iPad, dan bahkan MacBook di pasar global, termasuk Indonesia,” ujar analis pasar dari Bloomberg Tech, Sarah Jennings.
Respon Apple dan Industri Teknologi
Menanggapi hal ini, Apple dikabarkan tengah mengevaluasi strategi produksi jangka panjangnya. Perusahaan disebut telah mulai memindahkan sebagian proses perakitan ke India dan Vietnam untuk mengurangi dampak tarif dan ketergantungan pada Tiongkok.
Namun proses relokasi ini tidak bisa dilakukan secara instan. Dalam jangka pendek, Apple kemungkinan besar akan menyesuaikan harga jual di berbagai pasar, termasuk Indonesia, untuk menjaga margin keuntungan.
Pengaruh Terhadap Konsumen di Indonesia
Kenaikan harga iPhone ini bisa terasa langsung oleh konsumen Indonesia, terutama mereka yang berencana membeli model terbaru seperti iPhone 16 Series yang baru dirilis April 2025. Retailer lokal belum mengumumkan perubahan harga, namun beberapa sumber menyebut potensi kenaikan Rp500 ribu hingga Rp1 juta per unit, tergantung model dan kapasitas penyimpanan.
“Kalau memang naiknya sampai jutaan, ya mikir dua kali. Mungkin nunggu seri lama turun harga atau cari alternatif lain,” ungkap Riza, seorang penggemar Apple di Jakarta.
Pasar Smartphone Global Ikut Terpengaruh
Apple bukan satu-satunya yang terdampak. Banyak perusahaan teknologi lain yang juga merakit produknya di Tiongkok kemungkinan akan menyesuaikan harga. Ini dapat memicu kenaikan harga di seluruh sektor gadget global jika ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok terus meningkat.
Para ekonom menyarankan konsumen untuk lebih bijak dan mempertimbangkan waktu pembelian gadget, terutama bagi yang berencana mengganti perangkat dalam waktu dekat.